Angin bertiup, terarah
Ku terbangun dari kecemasan
Menolehku dalam tatapan pasti
Berharap datangnya kekasih hati
Teriknya mentari, memancar
Membawa kesejukan dalam bathinku
Ketika bayangmu temuiku
Seolah, hendak bicara dan mengadu
Bulan bersinar, kelam
Disaat hatiku tak lagi tentram
Hadir pijar merah tak dapat padam
Seakan, bayangmu isyaratkan dendam
Ketika senja semakin terurai
Ketika langit mulai menghitam
Bayangmu, kini t’lah datang
Bayangmu nyata
Kini bayangmu,kurasa
Ku terbangun dari kecemasan
Menolehku dalam tatapan pasti
Berharap datangnya kekasih hati
Teriknya mentari, memancar
Membawa kesejukan dalam bathinku
Ketika bayangmu temuiku
Seolah, hendak bicara dan mengadu
Bulan bersinar, kelam
Disaat hatiku tak lagi tentram
Hadir pijar merah tak dapat padam
Seakan, bayangmu isyaratkan dendam
Ketika senja semakin terurai
Ketika langit mulai menghitam
Bayangmu, kini t’lah datang
Bayangmu nyata
Kini bayangmu,kurasa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mangga Nyarios nanon wae lah... :)